Selasa, 29 September 2026

Ketika Siswa Tidak Betah Duduk Diam di Dalam Kelas

Memahami Anak, Bukan Sekadar Menuntut Mereka untuk Diam

Pernahkah kita melihat siswa yang selalu gelisah ketika pembelajaran berlangsung? Baru beberapa menit duduk, ia mulai menggerakkan kaki, menoleh ke kanan dan kiri, mengajak teman berbicara, bahkan meminta izin keluar kelas. Sementara itu, ada siswa lain yang mampu duduk tenang hingga pelajaran berakhir.

Situasi seperti ini sering membuat guru merasa lelah. Ketika guru sedang menjelaskan materi, siswa justru terlihat tidak fokus, mengganggu teman, atau sibuk dengan dunianya sendiri. Tak jarang, mereka langsung dianggap sebagai anak yang nakal, malas belajar, atau sulit diatur.

Namun, pernahkah kita berhenti sejenak dan bertanya, mengapa ada siswa yang tidak betah duduk diam di dalam kelas?

 

Setiap Anak Memiliki Cara Belajar yang Berbeda

Tidak semua siswa mampu belajar dengan cara yang sama. Ada anak yang mudah memahami pelajaran dengan mendengarkan penjelasan guru, tetapi ada pula yang lebih mudah memahami materi melalui praktik, gerakan, permainan, dan kegiatan langsung.

Bagi sebagian siswa, duduk diam dalam waktu yang lama bisa terasa membosankan. Mereka membutuhkan variasi kegiatan agar tetap bersemangat mengikuti pembelajaran.

Ada juga siswa yang sedang menghadapi masalah pribadi, merasa cemas, kurang tidur, kesulitan memahami pelajaran, atau membutuhkan perhatian lebih. Kegelisahan yang terlihat di dalam kelas terkadang menjadi cara mereka menunjukkan bahwa ada sesuatu yang sedang mereka alami.

Tentu saja, tidak semua perilaku gelisah memiliki penyebab yang sama. Ada yang disebabkan oleh masalah pribadi, ada yang disebabkan oleh masalah keluarga, ada yang disebabkan oleh masalah dengan teman atau penyebab lainnya. Karena itu, kita perlu mengenali anak terlebih dahulu sebelum memberikan penilaian.

 

Jangan Hanya Meminta Mereka Diam

Kalimat seperti, "Duduk yang tenang!", "Jangan mengganggu teman!", atau "Kamu tidak bisa diam, ya?" mungkin sering kita ucapkan ketika menghadapi siswa yang sulit berkonsentrasi. Teguran memang terkadang diperlukan. Namun, jika hanya teguran yang diberikan tanpa memahami penyebab perilakunya, masalah yang sama bisa terus berulang.

Cobalah sesekali mengubah pendekatan. Berikan kesempatan kepada siswa untuk bergerak secara terarah, libatkan mereka dalam diskusi, gunakan permainan edukatif, atau berikan tugas sederhana yang membuat mereka aktif.

Guru juga dapat menyisipkan kegiatan peregangan singkat di sela-sela pembelajaran. Dengan demikian, siswa tetap memiliki kesempatan untuk bergerak tanpa mengganggu proses belajar. Yang tidak kalah penting, ajaklah siswa berbicara secara pribadi. Tanyakan dengan lembut apa yang membuat mereka sulit mengikuti pelajaran. Terkadang, sebuah pertanyaan sederhana dapat membuka cerita yang selama ini mereka simpan.

 

Memahami Sebelum Menghakimi

Setiap anak datang ke sekolah dengan membawa cerita yang berbeda. Ada yang datang dengan hati gembira, ada yang sedang menghadapi masalah keluarga, ada yang merasa tidak percaya diri, dan ada pula yang belum menemukan cara belajar yang sesuai dengan kebutuhannya.

Di sinilah peran guru bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendamping yang membantu siswa mengenali dirinya sendiri.

Guru Bimbingan dan Konseling dapat bekerja sama dengan guru mata pelajaran dan orang tua untuk mengamati pola perilaku siswa, mengenali situasi yang memicu kegelisahan, serta menentukan pendampingan yang sesuai apabila perilaku tersebut terus mengganggu proses belajar.

Jika kesulitan duduk tenang terjadi secara terus-menerus, muncul di berbagai situasi, dan berdampak pada kehidupan sehari-hari, siswa mungkin memerlukan penilaian lebih lanjut oleh tenaga profesional. Kita tidak perlu terburu-buru memberikan label tertentu kepada mereka. Ingatlah, memahami bukan berarti membiarkan. Siswa tetap perlu belajar tentang disiplin, menghargai orang lain, dan mengikuti aturan kelas. Namun, semua itu dapat diajarkan dengan cara yang tegas, sabar, dan penuh penghargaan.

 

Kelas yang Nyaman, Anak yang Lebih Bersemangat

Bayangkan sebuah kelas tempat siswa tidak hanya diminta duduk diam, tetapi juga diberi kesempatan bertanya, bergerak, berkreasi, dan menyampaikan pendapat. Kelas yang memberikan ruang bagi siswa untuk aktif sekaligus mengajarkan mereka bertanggung jawab.

Bukankah pembelajaran akan terasa lebih bermakna ketika siswa merasa diterima dan dilibatkan?

Tugas guru bukan sekadar menciptakan kelas yang tenang, melainkan membangun suasana belajar yang membuat siswa merasa aman, nyaman, dan bersemangat untuk berkembang.

Sebab, anak yang terlihat sulit diatur belum tentu tidak mau belajar. Bisa jadi, ia hanya membutuhkan pendekatan yang berbeda.

Mari belajar melihat perilaku siswa bukan semata-mata sebagai masalah, melainkan sebagai kesempatan untuk memahami kebutuhan mereka.

Karena terkadang, di balik seorang anak yang sulit duduk diam, ada potensi besar yang belum menemukan ruang untuk tumbuh.

Jangan terburu-buru menyebut anak nakal hanya karena ia tidak bisa duduk diam. Cobalah mendekat, mendengarkan, dan memahami apa yang sedang ia butuhkan.

Anak tidak selalu membutuhkan lebih banyak teguran. Terkadang, mereka membutuhkan orang dewasa yang mau memahami sebelum menghakimi.

 

#LombaBlogNasional
#MenulisUntukIndonesia
#LiterasiDigital

Penyelenggara :
Omjay Guru Blogger Indonesia
https://wijayalabs.com

Sponsor :

    
  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ketika Siswa Tidak Betah Duduk Diam di Dalam Kelas

Memahami Anak, Bukan Sekadar Menuntut Mereka untuk Diam Pernahkah kita melihat siswa yang selalu gelisah ketika pembelajaran berlangsung? ...