Jumat, 02 Oktober 2026

Bukan Tidak Bisa, Hanya Belum Menemukan Cara yang Tepat

Belajar merupakan bagian penting dalam kehidupan seorang peserta didik. Melalui belajar, peserta didik memperoleh pengetahuan, mengembangkan keterampilan, dan membentuk karakter. Namun, tidak semua peserta didik selalu merasa bersemangat dalam proses belajar. Ada kalanya peserta didik mengalami kesulitan memahami pelajaran, kehilangan motivasi, merasa bosan, bahkan merasa lelah ketika harus belajar.

Kesulitan dan kejenuhan belajar merupakan hal yang dapat dialami siapa saja. Hal terpenting bukanlah menghindari semua kesulitan, melainkan mengetahui penyebabnya dan menemukan cara untuk mengatasinya.

Lalu, bagaimana cara mencegah dan mengatasi kesulitan atau kejenuhan belajar agar kegiatan belajar menjadi lebih bermakna dan menyenangkan?

Pengertian Kesulitan Belajar

Kesulitan belajar adalah kondisi ketika peserta didik mengalami hambatan dalam memahami materi, mengerjakan tugas, mengingat informasi, atau mencapai hasil belajar yang diharapkan.

Kesulitan belajar dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

·       Kurangnya pemahaman terhadap materi pelajaran.

·       Metode belajar yang kurang sesuai.

·       Kurangnya konsentrasi ketika belajar.

·       Kesulitan mengatur waktu.

·       Masalah pribadi atau keluarga.

·       Kurangnya motivasi dan kepercayaan diri.

Kesulitan belajar bukan menandakan bahwa peserta didik tidak cerdas karena setiap peserta didik memiliki kemampuan, kecepatan, dan cara belajar yang berbeda.

Pengertian Kejenuhan Belajar

Kejenuhan belajar adalah suatu keadaan ketika seseorang merasa bosan, lelah, kehilangan semangat, atau kurang tertarik untuk melakukan kegiatan belajar.

Kejenuhan dapat muncul ketika peserta didik belajar dalam waktu terlalu lama tanpa istirahat, menghadapi tugas yang menumpuk, melakukan kegiatan yang monoton, atau merasa tertekan oleh tuntutan akademik.

Beberapa tanda kejenuhan belajar antara lain:

·       Sulit berkonsentrasi.

·       Mudah mengantuk ketika belajar.

·       Merasa bosan meskipun materi belum selesai.

·       Menunda-nunda tugas.

·       Kehilangan motivasi untuk belajar.

·       Merasa bahwa belajar adalah beban.

Cara Mencegah Kesulitan dan Kejenuhan Belajar

Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan oleh peserta didik untuk mencegah kesulitan dan kejenuhan belajar.

1.    Membuat Jadwal Belajar

Aturlah waktu belajar secara teratur. Tidak perlu belajar berjam-jam tanpa henti. Lebih baik belajar secara rutin dengan waktu yang cukup daripada belajar terlalu lama hingga merasa lelah.

 

2.    Menentukan Tujuan Belajar

Sebelum belajar, tentukan terlebih dahulu tujuan yang ingin dicapai. Misalnya, memahami satu materi, menyelesaikan lima soal latihan, atau merangkum satu bab pelajaran.

Tujuan yang jelas membuat kegiatan belajar lebih terarah.

 

3.    Memilih Metode Belajar yang Menyenangkan

Belajar tidak harus selalu membaca buku. Peserta didik dapat mencoba berbagai cara, seperti:

  • Membuat peta pikiran (mind map).
  • Menulis rangkuman dengan bahasa sendiri.
  • Menonton video pembelajaran.
  • Berdiskusi dengan teman.
  • Mengerjakan latihan soal.
  • Menjelaskan kembali materi seolah-olah sedang mengajar orang lain.

4.  Menjaga Kesehatan Fisik

Tubuh yang sehat membantu kita belajar dengan lebih nyaman. Tidur cukup, mengonsumsi makanan bergizi, minum air putih, dan berolahraga secara teratur dapat mendukung konsentrasi serta kesiapan belajar. 

5. Mengatur Lingkungan Belajar

Pilihlah tempat belajar yang nyaman, cukup terang, dan tidak terlalu banyak gangguan. Jauhkan telepon genggam apabila notifikasi sering mengalihkan perhatian. 

6. Tidak Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Setiap peserta didik memiliki kemampuan dan proses perkembangan yang berbeda. Jangan merasa rendah diri hanya karena teman lebih cepat memahami pelajaran. Fokuslah pada perkembangan diri sendiri. Sedikit kemajuan yang dilakukan secara konsisten tetap merupakan sebuah keberhasilan.

 

Cara Mengatasi Kesulitan Belajar

Ketika mengalami kesulitan belajar, jangan langsung menyerah. Cobalah beberapa langkah berikut.

1. Kenali penyebab kesulitan. Cari tahu apakah kesulitan muncul karena materi terlalu sulit, kurang konsentrasi, kurang latihan, atau ada masalah lain yang mengganggu pikiran.

2. Pelajari materi secara bertahap. Jangan memaksakan diri memahami semuanya sekaligus. Mulailah dari konsep dasar, kemudian lanjutkan ke materi yang lebih sulit.

3. Bertanya kepada guru atau teman. Jangan malu bertanya ketika belum memahami pelajaran. Bertanya merupakan bagian dari proses belajar.

4. Berlatih secara rutin. Materi yang sulit akan lebih mudah dipahami apabila dipelajari kembali dan dilatih secara bertahap.

5. Berikan apresiasi kepada diri sendiri. Hargai setiap usaha yang telah dilakukan. Jangan hanya berfokus pada nilai, tetapi perhatikan juga peningkatan pemahaman dan keterampilan.

Apabila kesulitan terus berlangsung dan mengganggu kegiatan sehari-hari,peserta didik dapat berkonsultasi dengan guru Bimbingan dan Konseling untuk mendapatkan bantuan yang sesuai.

Cara Mengatasi Kejenuhan Belajar

Ketika kejenuhan mulai muncul, jangan selalu memaksakan diri untuk terus belajar. Cobalah beberapa cara berikut.

·       Beristirahat sejenak. Berdiri, melakukan peregangan, atau berjalan santai selama beberapa menit.

·       Mengubah suasana belajar. Pindah ke tempat yang lebih nyaman atau merapikan meja belajar.

·       Mengganti metode belajar. Jika bosan membaca, cobalah membuat rangkuman, berdiskusi, atau mengerjakan latihan.

·       Membagi tugas menjadi bagian kecil. Selesaikan satu bagian terlebih dahulu agar tugas terasa lebih ringan.

·       Melakukan kegiatan yang disukai. Luangkan waktu untuk berkebun, mendengarkan musik, berolahraga, atau menjalankan hobi.

·       Menjaga keseimbangan hidup. Berikan waktu yang cukup untuk belajar, beristirahat, beribadah, dan berinteraksi dengan keluarga maupun teman.

Jika rasa lelah atau kehilangan motivasi berlangsung lama, jangan ragu menceritakan keadaan tersebut kepada orang tua, guru, atau guru BK.

 

Peran Guru dan Orang Tua dalam Membantu Siswa

Mengatasi kesulitan dan kejenuhan belajar bukan hanya tanggung jawab peserta didik. Guru dan orang tua juga memiliki peran penting. Ketika peserta didik merasa dipahami dan didukung, mereka akan lebih mudah membangun kepercayaan diri serta semangat untuk belajar.

Peran guru:

·       Menciptakan suasana belajar yang aman dan menyenangkan.

·       Menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi.

·       Memberikan penjelasan sesuai kebutuhan peserta didik.

·       Menghindari membanding-bandingkan kemampuan peserta didik.

·       Memberikan motivasi, dukungan, dan kesempatan untuk bertanya.

Peran orang tua:

·       Mendampingi anak tanpa memberikan tekanan berlebihan.

·       Menghargai usaha, bukan hanya hasil.

·       Menyediakan lingkungan belajar yang mendukung.

·       Mendengarkan kesulitan yang dialami anak.

·       Memberikan waktu istirahat dan kesempatan mengembangkan hobi.

Tips Belajar yang Bisa Dipraktikkan Setiap Hari

·      Tentukan target kecil

Tentukan satu sampai tiga target belajar yang realistis setiap hari.

·      Gunakan waktu secara efektif

Misalnya, belajar selama 25 menit, kemudian beristirahat selama 5 menit. Sesuaikan dengan kebutuhan dan konsentrasi diri.

·      Ulangi materi secara berkala

Pelajari kembali materi yang telah dipelajari agar lebih mudah diingat.

·      Hargai proses diri sendiri

Jangan takut salah. Kesalahan dapat menjadi kesempatan untuk memahami sesuatu dengan lebih baik.

Belajar Bukan Perlombaan, tetapi Perjalanan

Setiap orang memiliki perjalanan belajar yang berbeda. Ada yang cepat memahami pelajaran, ada pula yang membutuhkan waktu lebih lama. Ada hari ketika kita bersemangat, tetapi ada juga hari ketika kita merasa lelah dan ingin menyerah.

Tidak apa-apa jika sesekali merasa bosan. Tidak masalah jika membutuhkan waktu lebih lama untuk memahami sesuatu. Yang terpenting adalah tidak berhenti mencoba dan bersedia mencari cara yang lebih sesuai dengan kebutuhan diri sendiri.

Ingatlah, keberhasilan belajar tidak hanya ditentukan oleh seberapa cepat kita memahami pelajaran, tetapi juga oleh kesungguhan kita untuk terus belajar dan memperbaiki diri.

Jangan jadikan kesulitan sebagai alasan untuk menyerah, dan jangan biarkan kejenuhan memadamkan semangat untuk meraih cita-cita. Beristirahatlah jika lelah, mintalah bantuan jika kesulitan, dan mulailah kembali ketika sudah siap.

Belajarlah dengan tekun, nikmati prosesnya, dan percayalah bahwa setiap langkah kecil hari ini dapat menjadi bekal berharga untuk masa depan. 


#LombaBlogNasional
#MenulisUntukIndonesia
#LiterasiDigital

Penyelenggara :
Omjay Guru Blogger Indonesia
https://wijayalabs.com

Sponsor :

    

   


Kamis, 01 Oktober 2026

Belajar Lebih Cerdas, Bukan Sekadar Lebih Lama: Rahasia Teknik Belajar Berbasis Sains Kognitif

Pengertian Teknik Belajar Berbasis Sains Kognitif

Teknik belajar berbasis sains kognitif adalah cara belajar yang didasarkan pada pemahaman ilmiah tentang bagaimana otak manusia menerima informasi, mengolah informasi, menyimpan pengetahuan dalam ingatan, dan mengingatnya kembali ketika dibutuhkan.

Belajar bukan sekadar membaca buku berulang kali atau menghafal materi menjelang ujian. Belajar yang efektif membutuhkan strategi yang membantu otak memahami, menyimpan, dan menggunakan informasi dalam jangka panjang.

Tujuan utama teknik belajar berbasis sains kognitif adalah membantu siswa belajar lebih efektif, memahami materi lebih mendalam, dan mengingat pelajaran lebih lama.

Mengapa hal ini penting? Karena setiap siswa memiliki kebiasaan belajar yang berbeda, tetapi ada beberapa prinsip belajar yang didukung oleh penelitian tentang memori dan proses kognitif yang dapat diterapkan oleh semua siswa.

Mengapa Kita Perlu Memahami Cara Kerja Otak Saat Belajar?

Ada tiga proses penting yang mempengaruhi cara kerja otak dalam belajar:

1.    Memusatkan perhatian (attention).

Otak perlu fokus untuk menerima dan mengolah informasi.

2.    Menyimpan informasi (encoding and storage). Informasi baru dihubungkan dengan pengetahuan yang sudah dimiliki.

3.    Mengingat kembali (retrieval). Informasi yang telah dipelajari dipanggil kembali dari ingatan ketika dibutuhkan.

Semakin baik siswa mengolah informasi, menghubungkannya dengan pengetahuan sebelumnya, dan melatih kemampuan mengingat, semakin besar peluang materi bertahan dalam ingatan jangka panjang. Karena itu, belajar efektif bukan hanya tentang berapa lama seseorang duduk di depan buku, tetapi juga bagaimana ia menggunakan waktu belajarnya.

Teknik Belajar Berbasis Sains Kognitif

Penelitian dalam psikologi kognitif mengidentifikasi enam strategi yang memiliki dukungan penelitian untuk membantu proses belajar, yaitu spaced practice, retrieval practice, interleaving, elaboration, concrete examples, dan dual coding.

1. Retrieval Practice (Latihan Mengingat Kembali)

·       Cara Kerja Otak: Metode belajar konvensional seperti membaca ulang catatan atau menandai buku dengan stabilo disebut sebagai passive review. Metode ini hanya memasukkan informasi ke otak secara pasif dan menciptakan ilusi kompetensi (merasa sudah hafal, padahal hanya familiar). Sebaliknya, Retrieval Practice memaksa otak untuk menarik keluar informasi yang sudah disimpan. Saat otak dipaksa "bekerja keras" mengingat sesuatu tanpa melihat teks, jalur sinapsis sel saraf otak akan menguat secara masif, membuat memori tersebut bertahan jauh lebih lama.

·       Konsep: Melatih otak mengingat informasi tanpa langsung melihat buku atau catatan. Menguji ingatan dengan memaksa otak menarik informasi keluar dari memori jangka panjang (long-term memory). Proses rekonstruksi ini memperkuat jalur sinapsis saraf otak secara masif.

·       Cara Menerapkannya:

o   Metode Lembar Kosong (Brain Dump): Setelah membaca satu bab pelajaran, tutup buku Anda rapat-rapat. Ambil selembar kertas kosong, lalu tuliskan atau gambarkan semua hal yang berhasil Anda ingat sedetail mungkin. Setelah selesai, buka kembali buku Anda untuk memeriksa bagian mana yang salah atau terlewat.

o   Membuat Kuis Mandiri: Berhentilah membaca sekadar lewat. Ubah judul bab atau sub-bab menjadi pertanyaan di secarik kertas, lalu jawab pertanyaan tersebut tanpa mengintip materi.

·      Contoh Penerapan:

a.     Membaca materi selama 10 menit.

b.     Menutup buku.

c.     Menuliskan kembali poin-poin yang diingat.

d.     Menjawab pertanyaan atau mengerjakan kuis.

e.     Memeriksa jawaban dan memperbaiki kesalahan.

·      Manfaat: Membantu memperkuat ingatan dan menunjukkan bagian materi yang belum dikuasai.

·      Tips: Jangan takut lupa atau salah. Kesalahan dapat menjadi petunjuk tentang hal yang perlu dipelajari kembali.

2. Spaced Practice (Belajar Berjarak)

·       Cara Kerja Otak: Pada tahun 1885, seorang psikolog bernama Hermann Ebbinghaus menemukan teori Kurva Lupa (Forgetting Curve). Teori ini membuktikan bahwa otak manusia akan melupakan hingga 50-80% informasi baru hanya dalam waktu 24-48 jam jika tidak diulang. Sistem Kebut Semalam (SKS) sangat tidak efektif karena otak mengalami kelebihan beban materi (cognitive overload) yang akan hilang dalam beberapa hari. Spaced Repetition melatih otak dengan mengulang materi pada interval waktu yang semakin renggang justru tepat di saat kita "hampir melupakannya". Setiap kali pengulangan dilakukan, Kurva Lupa akan menjadi lebih landai.

·       Konsep: Belajar dilakukan secara berkala dengan jeda waktu, bukan sekaligus dalam waktu yang panjang. Latihan bertahap. Memecah sesi belajar menjadi interval waktu yang semakin renggang untuk mematahkan Kurva Lupa (Ebbinghaus Forgetting Curve). Teknik ini mencegah sistem cramming atau sistem kebut semalam (SKS).

·       Cara Menerapkannya:

o   Jadwal Berjarak: Alih-alih belajar Geografi selama 5 jam dalam satu malam sebelum ujian, pecah menjadi 1 jam pada Hari ke-1, 30 menit review pada Hari ke-3, 30 menit pada Hari ke-7, dan 15 menit pada Hari ke-14.

o  Sistem Kotak Leitner / Flashcards: Menggunakan kartu kecil (depan berisi pertanyaan/kata kunci, belakang berisi jawaban). Kartu yang salah dijawab akan diulang setiap hari, sedangkan kartu yang benar dijawab akan digeser ke kotak berikutnya untuk diulang 3 hari lagi, kemudian seminggu lagi, dan seterusnya. (Anda juga bisa menggunakan aplikasi otomatis seperti Anki atau Quizlet).

·      Contoh Penerapan:

a.    Hari Senin: mempelajari materi baru.

b.    Hari Selasa: mengulang materi tanpa membaca seluruh catatan.

c.    Hari Kamis: mengerjakan latihan soal.

d.    Hari Minggu: menguji kembali pemahaman.

·      Manfaat: Membantu mempertahankan informasi dalam ingatan jangka panjang.

·      Tips: Sisihkan waktu belajar setiap hari meskipun hanya 15–30 menit.

3. Interleaving (Belajar Berselang-seling)

·       Cara Kerja Otak: Kebanyakan siswa belajar dengan metode blocked practice (fokus mendalami satu topik/rumus sampai tuntas berjam-jam, baru pindah ke topik lain). Sains kognitif membuktikan bahwa belajar secara selang-seling (interleaving) antara beberapa topik yang berbeda namun masih berkaitan dalam satu sesi belajar jauh lebih efektif. Metode ini melatih kemampuan otak untuk memilih strategi pemecahan masalah yang tepat dan membedakan konteks antar-rumus, bukan sekadar menghafal pola jawaban.

·       Konsep : Menggabungkan beberapa jenis materi atau soal dalam satu sesi belajar, alih-alih mengerjakan satu jenis soal terus-menerus. Variasi Latihan.

·       Cara Menerapkannya:

     Saat belajar matematika persiapan UTBK, jangan mengerjakan 30 soal tentang "Turunan" berturut-turut. Campurlah lembar latihan Anda: 2 soal Turunan, 2 soal Integral, 2 soal Matriks, lalu kembali lagi ke Turunan. Strategi ini melatih ketajaman otak dalam menganalisis "Rumus mana yang harus saya pakai untuk soal jenis ini?" saat ujian asli berlangsung.

·      Contoh penerapan:

a.     Mengerjakan soal persamaan linear.

b.     Beralih ke soal fungsi.

c.     Melanjutkan soal geometri.

d.     Kembali mengerjakan soal persamaan linear.

·      Manfaat: Membantu siswa mengenali perbedaan konsep dan menentukan strategi yang sesuai untuk menyelesaikan masalah.

·      Tips: Pelajari dasar suatu konsep terlebih dahulu sebelum mencampurnya dengan konsep lain.

4. Elaboration (Mengembangkan Pemahaman)

·       Cara Kerja Otak: Otak tidak dapat mengingat informasi baru yang terisolasi dengan baik. Agar informasi baru tersebut melekat di memori jangka panjang, informasi itu harus "dikaitkan" dengan pengetahuan lama yang sudah tersimpan di otak Anda (prior knowledge). Teknik elaborasi dilakukan dengan cara menggali lebih dalam makna dari suatu materi dan mengajukan pertanyaan "Mengapa" serta "Bagaimana" fakta tersebut bisa terjadi, bukan sekadar menerima fakta apa adanya.

·       Konsep : Menghubungkan materi baru dengan pengetahuan sebelumnya serta menjelaskan alasan di balik suatu konsep.

·       Cara Menerapkannya:

o   Teknik Feynman: Cobalah menjelaskan sebuah konsep yang baru Anda pelajari kepada orang lain (atau berpura-pura menjelaskannya ke teman) menggunakan bahasa yang sangat sederhana, analogi sehari-hari, dan tanpa menggunakan istilah teknis yang rumit. Jika Anda mendapati diri Anda terbata-bata atau bingung memilih kata yang sederhana, berarti di situlah letak kelemahan pemahaman kognitif Anda yang harus diperbaiki.

·      Contoh penerapan: Ketika mempelajari pencemaran lingkungan, siswa tidak hanya menghafal pengertiannya, tetapi juga bertanya:

a.     Mengapa pencemaran terjadi?

b.     Apa penyebabnya?

c.     Bagaimana dampaknya bagi manusia?

d.     Apa hubungannya dengan kehidupan sehari-hari?

·      Manfaat: Membantu siswa memahami materi secara mendalam, bukan sekadar menghafal.

5. Dual Coding (Kombinasi Kata dan Visual)

·       Cara Kerja Otak: Manusia memiliki dua jalur kognitif yang berbeda untuk memproses informasi di dalam memori kerja (working memory), yaitu jalur verbal (kata-kata) dan jalur visual (gambar). Teknik Dual Coding menggabungkan kedua stimulus ini secara bersamaan. Ketika Anda mengodekan suatu informasi menggunakan teks sekaligus gambar, otak akan membuat dua jejak memori yang saling terhubung. Jika kelak Anda lupa kata-katanya, visualisasinya akan membantu memicu ingatan Anda, begitupun sebaliknya.

·       Konsep : Menggabungkan penjelasan berupa kata-kata dengan representasi visual, seperti gambar, diagram, bagan, atau peta konsep. Verbal dan visual.

·       Cara Menerapkannya:

     Saat merangkum pelajaran Sejarah atau Sosiologi, jangan hanya menulis deretan teks yang panjang. Buatlah infografis manual, bagan alur (flowchart), garis waktu (timeline) bergambar, atau mind mapping yang mengombinasikan kata kunci singkat dengan simbol visual yang relevan.

·      Contoh penerapan:

a.     Membuat peta konsep.

b.     Menggambar proses fotosintesis.

c.     Membuat diagram alur sejarah.

d.     Menyusun tabel perbandingan.

e.     Menggunakan gambar untuk menjelaskan siklus air.

·      Manfaat: Membantu siswa mengorganisasi informasi dan melihat hubungan antaride.

·      Tips: Buat gambar yang bermakna dan relevan dengan materi, bukan sekadar hiasan.

 

6. Concrete Examples (Contoh Konkret)

·      Pengertian: Memahami konsep yang abstrak melalui contoh nyata yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Belajar dari kehidupan.

·      Contoh penerapan:

a.     Matematika: menghitung diskon ketika berbelanja.

b.     Fisika: memahami gaya melalui kegiatan mendorong meja.

c.     Biologi: mengamati pertumbuhan tanaman.

d.     Bimbingan Konseling: mempelajari perilaku asertif melalui simulasi percakapan.

·      Manfaat: Memudahkan siswa memahami konsep yang awalnya terasa sulit atau abstrak.

Cara Menerapkan Teknik Belajar dalam Kehidupan Sehari-hari

Siswa dapat mencoba langkah sederhana berikut.

1.    Tentukan tujuan belajar. Misalnya, memahami tiga konsep utama dalam pelajaran Biologi.

2.    Belajar dengan fokus. Pelajari materi selama 20–25 menit tanpa gangguan.

3.    Tutup buku dan ingat kembali. Tuliskan hal-hal penting yang masih diingat.

4.    Jelaskan dengan bahasa sendiri. Anggaplah kamu sedang mengajari teman.

5.    Kerjakan latihan. Gunakan soal untuk mengetahui bagian yang sudah dan belum dipahami.

6.    Ulangi pada hari berikutnya. Berikan jeda waktu sebelum menguji pemahaman kembali.

7.    Evaluasi hasil belajar. Catat kemajuan dan materi yang masih perlu diperbaiki.

Faktor Pendukung Keberhasilan Belajar

Selain memilih teknik belajar yang tepat, siswa perlu memperhatikan beberapa faktor berikut.

1.    Tidur yang cukup. Tidur membantu proses konsolidasi memori sehingga informasi yang dipelajari dapat bertahan lebih baik.

2.    Lingkungan belajar yang nyaman. Tempat belajar yang rapi dan minim gangguan membantu menjaga perhatian.

3.    Istirahat secara berkala. Jeda pendek dapat membantu menjaga konsentrasi selama belajar.

4.    Tujuan yang jelas. Menentukan target kecil membuat kegiatan belajar lebih terarah.

5.    Evaluasi diri. Siswa perlu mengetahui materi yang sudah dikuasai dan yang masih perlu dipelajari.

 

Setiap siswa memiliki kebutuhan dan kondisi yang berbeda. Tidak ada satu jadwal atau teknik yang harus sama untuk semua orang. Pilih strategi yang sesuai dan evaluasi hasilnya secara berkala.

Teknik belajar berbasis sains kognitif mengajarkan bahwa belajar efektif bukan hanya tentang seberapa lama kita belajar, tetapi bagaimana kita belajar.

Membaca buku tetap penting, tetapi perlu dilengkapi dengan latihan mengingat, pengulangan berjarak, menghubungkan informasi, memahami contoh nyata, dan menggunakan visual yang relevan.

Siswa tidak harus langsung menerapkan semua teknik sekaligus. Mulailah dengan dua kebiasaan sederhana: menguji ingatan tanpa melihat buku dan mengulang materi pada hari yang berbeda. Setelah terbiasa, tambahkan strategi lainnya.

“Jangan hanya belajar sampai kamu merasa paham. Belajarlah sampai kamu mampu menjelaskan dan menggunakan apa yang telah kamu pahami.”


#LombaBlogNasional
#MenulisUntukIndonesia
#LiterasiDigital

Penyelenggara :
Omjay Guru Blogger Indonesia
https://wijayalabs.com

Sponsor :

    

   

Bukan Tidak Bisa, Hanya Belum Menemukan Cara yang Tepat

Belajar merupakan bagian penting dalam kehidupan seorang peserta didik. Melalui belajar, peserta didik memperoleh pengetahuan, mengembangkan...