Tidak semua orang akan memperlakukan kita dengan baik. Ada yang menghargai kita. Ada yang meremehkan. Ada yang tulus berteman. Ada juga yang datang hanya ketika membutuhkan. Kadang, semua itu membuat kita bertanya, “Kalau dunia tidak baik kepadaku, mengapa aku harus tetap baik?”
Jawabannya sederhana. Karena kebaikan bukan tentang bagaimana orang
lain memperlakukan kita. Kebaikan adalah tentang siapa diri kita sebenarnya.
Jangan Biarkan Perlakuan Buruk Mengubah Hatimu
Ketika seseorang menyakiti kita, membalas dengan keburukan memang
terasa mudah. Tetapi menjadi baik bukan berarti kita lemah. Kita tetap bisa
tegas tanpa menyakiti. Kita bisa menjauh tanpa membenci. Kita bisa memaafkan
tanpa harus kembali mempercayai. Menjadi baik bukan berarti membiarkan diri
terus disakiti. Menjadi baik berarti kita memilih untuk tidak menjadikan luka
sebagai alasan untuk melukai orang lain.
Tidak Semua Kebaikan Harus Mendapat Balasan
Pernahkah kita berbuat baik tetapi tidak dihargai? Mungkin pernah. Kita
membantu, tetapi dilupakan. Kita peduli, tetapi tidak dipedulikan. Kita tulus,
tetapi justru disalahpahami. Jangan kecewa. Tidak semua kebaikan harus kembali
kepada kita dalam bentuk yang sama. Bisa jadi, satu kebaikan kecil yang kita
lakukan hari ini menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi seseorang. Senyum
yang kita berikan mungkin menguatkan orang yang sedang sedih. Sapaan sederhana
mungkin membuat seseorang merasa tidak sendirian. Dan sebuah kata, “Terima
kasih,” mungkin menjadi pengingat bahwa kebaikan masih ada.
Tetaplah Menjadi Cahaya
Dunia memang tidak selalu lembut. Akan ada hari ketika kita kecewa.
Akan ada orang yang membuat kita menangis. Akan ada keadaan yang membuat kita
ingin menyerah menjadi orang baik. Tetapi jangan biarkan dunia mengambil
sesuatu yang indah dari dalam dirimu.
Tetaplah jujur ketika orang lain memilih berbohong. Tetaplah rendah
hati ketika memiliki kesempatan untuk menyombongkan diri. Tetaplah peduli
ketika orang lain memilih tidak peduli.
Dan tetaplah berbuat baik, meskipun tidak ada yang melihat. Karena pada
akhirnya, kebaikan bukan tentang mendapatkan tepuk tangan. Kebaikan adalah
tentang menjaga hati agar tetap menjadi tempat yang indah, meski kita pernah
terluka.





lanjutkan ke tahap kedua
BalasHapusTerimakasih Omjay
Hapus