Sabtu, 09 Oktober 2021

Membongkar Rahasia Menulis Hingga Menerbitkan Buku

 


Pertemuan 3

Hari /Tanggal           :     Jum’at, 08 Oktober 2021

Materi                      :     Membongkar Rahasia Menulis Hingga Menerbitkan Buku
Nara Sumber           :     Rita Wati, S.Kom
Moderator               :     Dail Ma’ruf
Penulis                    :     Fatmawati, S.Pd.

Alhamdulillahirobbil ‘alamiin pada hari ini Jum’at, 08 Oktober 2021 dapat mengikuti pelatihan belajar menulis pertemuan ke-3 yang dimoderatori oleh Bapak Dail Ma’ruf dengan penuh semangat. Materi pada kegiatan hari ini yaitu “Membongkar Rahasia Menulis Hingga Menerbitkan Buku” yang disampaikan oleh nara sumber cantik berasal dari Bali dengan segudang prestasi serta banyak buku yang sudah diterbitkannya baik buku antologi maupun buku solo. Beliau adalah Ibu Rita Wati, S.Kom. Beliau mulai tertarik hobi menulis sejak lama tapi terpendam karena terkalahkan dengan ketidak percayaan dirinya terhadap tulisan yang sudah dibuatnya untuk dibaca orang lain serta pernah menjudge dirinya dengan tulisan “KAMU TIDAK BAKAT MENJADI PENULIS”. Motivasi menulis kembali muncul setelah beliau mengikuti pelatihan belajar menulis gelombang 10 sehingga berhasil menerbitkan banyak buku, menjadi seorang kurator, editor, moderator dan nara sumber dalam grup belajar menulis.

Motivasi merupakan dorongan atau dukungan untuk melakukan sesuatu. Motivasi sangat diperlukan untuk melakukan berbagai hal termasuk menulis. Motivasi atau tujuan menulis itu bisa saja karena keterpaksaaan karena melakukan sebuah aturan sebagai prasyarat untuk mendapatkan sesuatu, atau bisa juga karena hobi dan keinginan belajar yang kuat untuk menulis. Ada juga yang menulis karena ingin mendapatkan profit atau mencari keuntungan yang sebesar-besarnya da nada juga yang menulis karna untuk branding atau mempromosikan diriya  jika sudah memiliki karya tulisan. Artinya motivasi bisa saja berasal dari dalam diri seseorang maupun dari luar diri seseorang dan semuanya baik. Motivasi juga menentukan seberapa kuat keinginan seseorang untuk menulis.

Ketika seseorang sudah termotivasi untuk menulis, segera tuangkan ide-ide yang muncul dalam benak dan pikiran tanpa ditunda-tunda sehingga tidak ada yang terlewatkan atau terlupakan.

Berlatih setiap hari untuk membuat tulisan yang dimulai dari 100 kata, kemudian ditingkatkan lagi menjadi 150 kata dan terus ditingkatkan hingga bisa menulis sampai 1000 kata akan membuat seseorang terbiasa menulis.

Setelah terbiasa menulis, mulai membuat peta konsep atau TOC dari tulisan yang sudah di buat sehingga jika dijadikan sebuah buku menjadi sebuah tulisan yang runtut dan mudah dimengerti oleh pembacanya.

Untuk menumbuhkan kepercayaan diri menjadi seorang penulis, mulai join untuk mengikuti menulis buku Antologi. Dengan rasa percaya diri yang tinggi seseorang akan lebih mudah menuangkan ide-idenya dalam bentuk tulisan sesuai dengan karakter dan kekhasannya sendiri karena karakter menulis seseorang berbeda satu sama lain. Selain itu buku Antologi lebih cepat diterbitkan sehingga lebih memotivasi lagi untuk menulis, menulis dan menulis lagi terutama buku solo.

Banyak permasalahan yang dihadapi oleh seorang penulis pemula, yaitu :

1.    Susah ide

2.    Miskin kosa kata

3.    Sulit merangkai kata

4.    Menunda-nunda

5.    Bingung mau menulis apa

6.    Tidak percaya diri

7.    Merasa tulisannya jelek/tidak layak untuk dibaca

Jika banyak kendala atau permasalahan yang dihadapi dapat diatasi dengan cara yang simple yaitu dengan membaca buku-buku yang terbaik, membaca blog atau mendengarkan webinar sehingga  menjadi banyak referensi dan kosa kata yang dapat digunakan untuk menuangkan ide-ide yang sudah ada di pikiran kita. Selain itu bergabung dan mengikuti grup atau komunitas menulis akan membangkitkan motivasi dan mood untuk menulis. 

Materi yang sangat menginspirasi serta memotivasi bagi penulis pemula untuk percaya diri dalam menuangkan ide dan gagasan baru dalam bentuk tulisan. Dengan tulisan seseorang bisa menginspirasi dan bermanfaat bagi orang lain. Dengan tulisan seseorang bisa dikenal dan dikenang oleh banyak orang.

Semoga Allah SWT. Senantiasa memberi petunjuk dan kemudahan dalam melakukan kegiatan ini hingga semuanya bisa menghasilkan sebuah karya yang membanggakan. Aamiin. 

Rabu, 06 Oktober 2021

Trik Cepat Menulis Resume di Blog

 


Resume Pertemuan 2

Hari/Tanggal     :     Rabu  06 Oktober 2021

Materi               :     Trik Cepat Menulis Resume di Blog

Nara Sumber      :     Maesaroh, M.Pd.

Moderator         :     Aam Nurhasanah

Penulis              :     Fatmawati, S.Pd.

Atas Berkat Rahmat Alloh Yang Maha Kuasa pada hari Rabu, 06 Oktober 2021, Pertemuan ke-2 pelatihan menulis gelombang 21 dan 22 dapat terlaksana dengan lancar dan penuh semangat. Walau banyak kesibukan, Alhamdulillah bisa menghadiri dan menyimak materi yang disampaikan.

Pemandu acara hari ini adalah ibu Aam Nurhasanah selaku moderator. Sedangkan nara sumber yang menyampaikan materi “Trik Cepat Menulis Resume di Blog” yaitu ibu Maesaroh, M.Pd. Beliau merupakan alumni dari pelatihan belajar menulis gelombang ke-18 yang hobi menulis surat dan menulis di buku diary. Bakat menulis beliau lebih berkembang lagi ketika menjadi mahasiswa S2 berhasil menyelesaikan tesis selama kurang lebih satu bulan. Hal tersebut yang membuat beliau terbiasa dalam membuat resume. Menurut pandangan beliau, sebagai bloger pemula perlu mengenalkan aroma tulisan kepada khalayak ramai sehingga seorang penulis harus memiliki karakter dan kekhasan pada tulisan agar para pembaca selalu menanti tulisan resume yang dibuat karena ada saja yang hanya mau membaca tulisan karena penulisnya.

Menulis resume di blog bagi sebagian orang tentunya merupakan sesuatu yang sudah biasa dan mudah sekali dilakukan, tapi bagi sebagian orang yang baru menjadi penulis pemula tentunya menjadi sesuatu hal yang baru dan sangat menantang. Seseorang menulis di blog sudah barang tentu ingin dilihat dan dibaca oleh orang lain serta diberi komentar dari pembacanya karena itu merupakan kebanggaan tersendiri bagi penulisnya. Ini merupakan alasan perlunya menulis resume di blog dengan cepat dengan harapan jika resume diurutan teratas besar harapan untuk dapat dikunjungi dan dibaca oleh orang lain.

Ada banyak hal yang perlu dipersiapkan agar dapat menulis resume dengan cepat yaitu :

1.     Menyiapkan 2 alat digital, HP digunakan untuk menyimak materi yang disampaikan nara sumber dan laptop digunakan untuk membuat resume.

2.    Set our Mind untuk memposisikan resume di urutan pertama, memberikan karakter pada resume, menambahkan referansi lain yang berkaitan dengan materi dan meramu tulisan dengan bahasa yang khas dan menarik.

3.   Mempersiapkan diri kurang lebih 10 menit untuk duduk tenang sebelum materi dimulai  yang menandakan siap menerima materi.

4.       Menulis narasi pembuka yang berhubungan dengan materi yang disampaikan oleh nara sumber.

5.       Menulis narasi penutup  yang berisi tentang kesimpulan materi.

6.       Resume ditulis dalam paragraf yang pendek supaya pembaca tidak bosan dan mudah difahami.

7.      Materi dan pernyataan yang disampaikan nara sumber ditulis dengan menggunakan bahasa sendiri tetapi memiliki makna yang sama. Tulislah dengan gaya dan khas sendiri, karena setiap gaya dan kekhasan tulisan memiliki penggemarnya masing-masing.

Menjadi seorang penulis yang handal tentu tidaklah mudah, perlu cara khusus untuk memupuk mental baja sebagai seorang penulis. Hal ini bisa dilakukan dengan beberapa cara, yaitu :

1.     Menanamkan rasa percaya diri. Tak perlu malu dengan tulisan kita sendiri karena bisa jadi tulisan yang menurut kita jelek dan kurang bermutu ternyata  tulisan itu luar biasa bagi orang lain.

2.   Terbuka dengan segala kritikan. Kritikan terkadang pedas terasa tapi sebenarnya manis jika bisa memanfaatkannya untuk perubahan dan perbaikkan karena dari kritikan, seseorang menjadi tahu kekurangannya dan akan segera memperbaiki kualitas.

3.       Menjadi penulis blog yang informatif dan edukatif.

4.     Membuat tulisan di berbagai blog sehingga bisa beradaptasi dengan berbagai warna tulisan yang berbeda di blog lain dan termotivasi untuk melakukan perubahan-perubahan dengan tetap mencerminkan kekhasan sendiri serta terampil menulis dengan berbagai warna.

Menulis harus karus dilakukan dengan senang hati. Jangan menyerah dan putus asa dengan sebuah kegagalan, tapi jadikanlah kegagalan itu sebagai awal dari kesuksesan. Teruslah menulis, menulis dan menulis maka akan merasakan tentang bagaimana manisnya menulis. “Jadilah manusia cerdas yang siap memberi perubahan" merupakan motivasi yang diberikan oleh nara sumber.

Semoga materi pelatihan ini lebih memotivasi untuk menulis sesuai dengan kekhasan dan karakter masing-masing sehingga tiada lagi plagiarisme dan memotivasi untuk dapat membuat resume dengan cepat dan menarik perhatian pembaca.

 Semoga Alloh SWT. Senantiasa membimbing kita dan memberi kelancaran hingga akhir kegiatan. Amiin..

Senin, 04 Oktober 2021

Menjadikan Menulis Sebagai Passion

 


Resume Pertemuan 1

Hari/Tanggal    :    Senin, 04 Oktober 2021

Materi              :    Menjadikan Menulis Sebagai Passion
Nara Sumber    :    Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd.
Moderator        :     Maesaroh
Penulis             :    Fatmawati, S.Pd.

Senin, 04 Oktober 2021 merupakan hari yang ditunggu-tunggu. Hari ini merupakan pertemuan pertama untuk kegiatan pelatihan belajar menulis gelombang 21 dan 22 yang selenggarakan oleh PGRI. Pelaksanaan pelatihan dimulai dari pukul 19.00 WIB dan berakhir pada pukul 21.20 WIB. Pelatihan dilaksanakan melalui WA Grup, tapi walaupun begitu seluruh peserta pelatihan tampak antusias terlihat dari banyaknya peserta yang mengajukan pertanyaan dan nara nara sumber menjawab dengan jelas dan gambling sehingga diskusi kelas berjalan dengan lancar.

Kegiatan pelatihan dipandu oleh Ibu Maesaroh selaku moderator. Materi pertemuan pertama bertemakan “ Menjadikan Menulis sebagai Passion” yang disampaikan oleh Ibu Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd. yang lebih akrab disapa Bu Kanjeng. Beliau mulai menulis di usia 50 an. Prinsipnya lebih baik terlambat daripada tidak. Walaupun usianya sudah senja masih aktif dalam berkarya sehingga muncul sebutan Ulama (Usia Lanjut Masih Aktif) untuk beliau yang memiliki sumbangsih besar untuk negeri, menciptakan sajak-sajak literasi yang membangkitkan motivasi generasi bangsa.

Menulis merupakan kemampuan intelektual dan kematangan berfikir sehingga profesi penulis merupakan profesi yang sangat dihargai dan dihormati. Dengan menulis, seseorang menyampaikan ide dan gagasan yang dimilikinya sehingga dapat menginspirasi dan memberikan manfaat bagi orang lain. Hal ini merupakan penerapan dari  hadits Nabi yang mengatakan “Khoirunnaas anfa’uhum linnaas” (sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling bermanfaat untuk manusia lain).

Banyak sekali hambatan/kendala yang dihadapi oleh seseorang yang baru mulai belajar menulis seperti merasa tidak bakat menulis, tidak memiliki ide, tidak memiliki waktu, tidak mau dikritik dan tidak suka menulis. Hambatan ini lambat laun akan bisa diatasi jika seseorang bisa merubah mindsetnya bahwa menulis adalah passionnya. Hal ini bisa dimulai dengan “mengapa kita menulis ?” karena berhubungan dengan nilai, visi dan misi hidup kita di dunia, setelah itu mempelajari tentang bagaimana cara menulis dan segera niatkan pada diri untuk segera memulai menulis sebagai hasil karya asli dari diri sendiri.


Persiapan yang perlu dilakukan sebelum menulis, yaitu : 

1.   Read, untuk menjadi seorang penulis perlu banyak membaca dari berbagai sumber sehingga dapat memperluas wawasan, pengetahuan  dan memunculkan banyak ide dan gagasan yang akan memudahkan dalam menulis

2.    Discuss, ide dan gagasan yang muncul perlu diselaraskan dengan sumber bacaan yang sudah dibaca atau bisa juga didiskusikan dengan mentor.

3.    Look and Feel baik secara langsung maupun apa yang kita lihat atau baca di media.

4.    Socialize, berapa banyak pengetahuan, pengalaman dan kisah orang lain yang dapat diserap.


Langkah yang harus ditempuh untuk menjadi seorang penulis yang baik adalah :

1. Menggali dan menemukan ide dengan melakukan pengamatan, kajian pustaka atau melakukan brainstorming.

2. Menentukan tujuan, genre dan segmen pembaca sehingga yang akan ditulis disesuaikan dengan sasaran pembaca.

3.   Menentukan topik/tema

4. Membuat outline  sebagai bentuk kerangka yang menunjukkan gambaran materi yang akan ditulis sehingga yang akan ditulis menjadi fokus dan tidak kehilangan arah.

5.  Mengumpulkan bahan materi/buku untuk memperkaya perspektif dan referansi  serta semakin banyak ide atau gagasan yang dapat dikembangkan.

 

Menulis membutuhkan kesabaran sehingga sebagai penulis pemula sebaiknya lebih fokus pada ketekunan (persistence) dalam proses menulis. Tulislah semampunya  dimulai dari yang mudah, hal yang disukai dan dikuasai karena dengan begitu akan lebih mudah mengeluarkan ide-ide yang dimiliki. Ketika menulis hindari dengan mengedit sehingga apa yang ada di benak dan pikiran dapat tertulis semuanya.

 

Setelah proses menulis selesai langkah yang dilakukan adalah editing (membaca ulang, mengedit tulisan, tanda baca), revising (mengubah beberapa bagian naskah, melengkapi naskah, mengevaluasi naskah) dan publishing (Pengiriman naskah, pracetak, pencetakan, promosi dan distribusi).

 

Materi pelatihan hari ini sangat bermanfaat dan sangat memotivasi untuk kegiatan berikutnya. Semoga Allah SWT. memberi kelancaran sampai akhir kegiatan dan dapat menghasilkan sebuah karya. Aamiin...


Kamis, 30 September 2021

Guru Penggerak, Pemimpin Pembelajaran yang Berpihak pada Murid

 Fatmawati (SMA N 1 Sumberejo)

Pada bulan Juli 2020 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meluncurkan Episode Ke-5 Merdeka Belajar yaitu Guru Penggerak. Program Pendidikan Guru penggerak merupakan program pendidikan kepemimpinan bagi guru untuk menjadi pemimpin pembelajaran yang berpusat pada murid  sehingga mendorong tumbuh kembang murid secara holistik untuk menjadi pelajar Pancasila. Selain itu guru penggerak diharapkan menjadi teladan, mentor, dan pelatih bagi guru lain untuk melakukan pembelajaran yang berpusat pada murid serta menjadi agen transformasi bagi pendidikan di Indonesia. Untuk menjadi guru penggerak harus mengikuti seleksi terlebih dahulu dan bagi yang lolos seleksi harus mengikuti pelatihan Program Pendidikan Guru Penggerak berupa pelatihan daring, lokakarya, konferensi dan pendampingan selama 9 bulan, baru setelah itu dinyatakan lulus sebagai guru penggerak.

Ki Hadjar menjelaskan bahwa tujuan pendidikan yaitu: menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Tugas sebagai pendidik adalah menuntun tumbuh dan hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak untuk memperbaiki lakunya sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman. Murid dapat mengembangkan bakat dan minatnya secara optimal dengan bimbingan, arahan, motivasi dan dukungan dari guru dan seluruh warga sekolah.



Guru sebagai seorang pemimpin pembelajaran harus memiliki nilai-nilai yang ada pada dirinya yaitu 1) mandiri yaitu tidak bergantung pada orang lain dalam memunculkan dan mengembangkan ide-ide yang berkaitan dengan pembelajaran dan program yang berpihak pada murid; 2) reflektif yaitu mau menerima kritik, saran dan masukkan dari orang lain untuk melakukan perbaikkan dalam pembelajaran; 3) inovatif yaitu  berusaha menggunakan kemampuan dan pemikiran yang dimilikinya serta pendukung dari luar untuk menghasilkan ide dan produk baru yang baik dan bermanfaat baik bagi dirinya dan lingkungannya, selalu mengupgrade dan mengembangkan dirinya untuk mendapatkan ilmu baru; 4) kolaboratif yaitu selalu bekerjasama  dengan berbagai pihak untuk menghasilkan ide atau gagasan dan menyelesaikan masalah secara bersama-sama untuk mencapai visi bersama; 5) berpihak pada murid yaitu semua yang dilakukan oleh guru untuk kepentingan murid dan berdampak bagi murid.

Seorang guru hendaknya dapat menerapkan pembelajaran berdifferensiasi untuk mengakomodasi kebutuhan belajar murid yang berbeda-beda sehingga murid dapat belajar sesuai dengan kesiapan belajarnya, minatnya dan profil belajar masing-masing. Seorang guru harus mampu mengelola emosinya dan mengembangkan kompetensi sosial emosional yang mendukung pembelajaran serta memotivasi dan mendorong murid untuk mencapai kompetensi social emosional yang diharapkan. Selain itu seorang guru harus mampu mengembangkan komunikasi yang memberdayakan sebagai keterampilan dasar seorang coach bagi murid dan rekan sejawatnya sehingga dapat memotivasi untuk menemukan potensi, kemampuan dan bakat yang dimilikinya serta dapat menyelesaikan masalahnya sendiri baik yang berkaitan dengan masalah pribadi maupun pembelajaran.

Sebagai pemimpin pembelajaran baik di dalam kelas maupun di lingkungan sekolah, seorang guru tentunya banyak dihadapkan dengan permasalahan yang merupakan dilemma etika sehingga menuntut guru untuk dapat mengambil keputusan yang efektif. Pengambilan keputusan yang berkaitan dengan dilemma etika dapat dilakukan berdasarkan 4 paradigma dilemma etika, 3 prinsip pengambilan keputusan dan 9 langkah pengambilan keputusan serta bekerjasama dan berkolaborasi dengan seluruh warga sekolah.

Seorang guru mampu mengelola sumberdaya/asset yang dimiliki oleh sekolah dengan cara berpikir berbasis asset sehingga sumber daya dan asset yang dimiliki oleh sekolah dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang berdampak pada murid. Untuk mewujudkan hal itu memerlukan kemampuan untuk merencanakan, mengorganisasikan, dan melaksanakan program perbaikkan dan perubahan sekolah yang selalu dievaluasi dan dimonitoring sehingga program dapat berjalan sesuai dengan rencana dan tujuan yang akan dicapai dengan melibatkan seluruh warga sekolah termasuk orangtua dan murid sehingga semuanya dapat berperan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang berpihak pada murid.

Penulis berharap dengan adanya Program Guru Penggerak, semua guru dapat menjadi pemimpin pembelajaran yang berpihak pada murid dan mendorong well-being  ekosistem pendidikan di sekolah untuk memajukan pendidikan di Indonesia


Minggu, 13 Juni 2021

3.3.a.10. Aksi Nyata Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid

 Fatmawati (SMA N 1 Sumberejo)

CGP Angkatan 1 Kabupaten Tanggamus


Budaya Kebersihan Kelas dan Lingkungan Sekolah

 


A.    Latar Belakang

 

Kebersihan merupakan salah satu hal terpenting untuk menciptakan kesehatan lingkungan. Kebersihan juga berperan penting untuk menciptakan lingkungan sekolah serta  suasana dan proses pembelajaran yang kondusif, nyaman, tentram dan menyenangkan yang menjadi dambaan semua warga sekolah. Suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan memungkinkan siswa untuk memusatkan pikiran dan perhatian kepada apa yang sedang dipelajari sehingga prestasi belajar siswa dapat dicapai seoptimal mungkin. Ruang belajar dan lingkungan sekolah yang tertata dengan rapi, bersih dan nyaman akan mendukung pembelajaran yang kondusif.

Menciptakan lingkungan sekolah yang bersih serta suasana dan proses pembelajaran yang kondusif tentunya tidak akan terjadi dengan sendirinya serta penuh tantangan dan hambatan.Untuk mewujudkan kebersihan kelas dan lingkungan sekolah tentunya tidak hanya menjadi tugas petugas kebersihan tetapi menjadi tugas semua warga sekolah dan memerlukan kerja sama dari seluruh warga sekolah yang meliputi kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, petugas kebersihan, peserta didik, komite sekolah, orangtua, dan masyarakat di sekitar sekolah sehingga tercipta budaya kelas dan lingkungan sekolah yang bersih, rapi dan nyaman sebagai bagian pendidikan karakter dan pembiasaan budaya positif di sekolah. 


B. Deskripsi Aksi Nyata

 

      1.   Gambaran Umum Program :

Program “Budaya Kebersihan Kelas dan Lingkungan Sekolah” adalah program menjaga kebersihan kelas dan lingkungan sekolah sebagai bagian pendidikan karakter dan pembiasaan budaya positif di sekolah.

Program  ini bertujuan untuk membentuk karakter budaya bersih pada semua warga sekolah dan  menumbuhkan kreatifitas siswa yang berbudaya lingkungan sehingga tercipta  lingkungan kelas dan sekolah yang bersih, aman, indah dan asri yang mendukung lingkungan belajar yang kondusif dan membuat peserta didik merasa nyaman dalam mengikuti proses pembelajaran.           

 

Aktivitas yang dilakukan oleh peserta didik dalam program budaya kebersihan kelas dan lingkungan sekolah antara lain :

Ø  Operasi semut dilakukan setiap hari senin dan jum’at, yaitu memungut sampah yang ada di kelas dan lingkungan sekolah.

Ø  Jum’at Bersih yaitu melakukan kegiatan bersih-bersih kelas dan lingkungan sekolah pada hari Jum’at minggu ke tiga.

Ø  Piket harian yaitu adanya piket harian di kelas yang menjaga kebersihan kelas sepanjang hari

Ø  Penataan ruang kelas yaitu menata ruangan kelas agar kelas, bersih, rapi, indah, dan nyaman.

Ø  Penataan taman/kebun yaitu setiap kelas diberi tanggung jawab untuk menata dan memelihara kebun/taman kelas baik di halaman depan kelas maupun belakang kelas

 Sedangkan  aktivitas yang dilakukan oleh guru antara lain :

Ø  Wali kelas membimbing dan mengawasi murid binaannya dalam menjaga kebersihan kelas dan lingkungan di sekitarnya serta dalam penataan kelas dan taman

Ø  Guru mata pelajaran yang masuk ke kelas membimbing murid dalam menjaga kebersihan kelas

 

2.   Deskripsi Pelaksanaan Program

a.       Waktu Pelaksanaan

Waktu pelaksanaan program “Budaya Kebersihan Kelas dan  Lingkungan Sekolah” ini akan dimulai pada semester ganjil tahun pelajaran 2021/2022.

b.   Strategi Pelaksanaan Program

Ø  Tim 7K membuat program kerja “Budaya Kebersihan Kelas dan  Lingkungan Sekolah”

Ø  Tim 7K menyampaikan program kepada kepala sekolah.

Ø  Tim 7K menyampaikan program kepada semua warga sekolah tentang program kebersihan kelas dan lingkungan sekolah serta pelaksanaan penilaian kebersihan kelas.

Ø  Peserta didik menjaga kebersihan kelas dan lingkungan sekolah  sesuai dengan program (piket harian, operasi semut, jum’at bersih)

Ø  Guru mengawasi dan membimbing peserta didik dalam menjaga kebersihan kelas dan lingkungan sekolah

Ø  Tim 7K bekerjasama dengan guru dan tenaga kependidikan memantau dan memonitoring kegiatan budaya kebersihan kelas dan lingkungan sekolah

Ø  Tim 7K dan tim penilai melakukan penilaian kebersihan kelas.

 c.   Faktor Pendukung dan Penghambat Program

1)   Faktor Pendukung

Faktor pendukung program “Budaya kebersihan Kelas dan Lingkungan Sekolah” ini adalah semua pemangku kepentingan yang ada disekolah yang terdiri dari kepala sekolah sebagai penanggung jawab dalam hal kebijakan, tim 7K, guru, tenaga kependidikan, orang tua, komite sekolah, masyarakat sekitar,  peserta didik dan Pemerintah baik Dinas Pendidikan maupun pemerintah daerah.

Selain itu faktor sarana dan prasarana yang mendukung pelaksanaan program sangat mempengaruhi keberhasilan program.

 

2)   Faktor Penghambat

Faktor-faktor yang dapat menghambat program “Budaya Kebersihan Kelas dan Lingkungan Sekolah ” ini antaralain:

Ø  Kurangnya kerjasama tim, guru dan tenaga kependidikan dalam melaksanakan tugasnya sesuai program

Ø  Peserta didik kurang konsisten dalam melakukan kegiatan

Ø  Kurangnya sarana dan prasarana yang mendukung program

 

C. Hasil Aksi Nyata

 

1.   Pelaksanaan Program

Program “Budaya Kebersihan Kelas dan Lingkungan Sekolah” dilaksanakan sebagai aksi nyata modul 3.3. tentang pengelolaan program sekolah yang berdampak pada murid. Aksi nyata ini dilaksanakan setelah libur Hari Raya Idul Fitri 1442 H dan sebelum pelaksanaan Penilaian Akhir Semester Genap Tahun Pelajaran 2020/2021 yaitu tanggal 24 s.d. 28 Mei 2020. Karena pembelajaran jarak jauh dilaksanakan secara daring maka program ini dilaksanakan dengan cara membagi piket harian perkelas untuk menjaga kebersihan kelas dan lingkungan sekolah dengan diawasi wali kelas masing-masing.

 2.   Hasil Pelaksanaan Program

Hasil pelaksanaan program dapat terlihat pelaksanaan kegiatan budaya kebersihan kelas dan lingkungan sekolah yang dilakukan oleh peserta didik melalui piket harian, Jum’at Bersih, penataan kelas dan taman. Peserta didik menerapkan budaya bersih dalam kegiatan sehari-hari,  murid kreatif dalam menata kelas dan taman, murid bekerjasama dalam menjaga kebersihan kelas dan lingkungan sekolah sehingga tercipta lingkungan kelas dan sekolah yang bersih, aman, indah dan asri yang mendukung lingkungan belajar yang kondusif dan membuat murid merasa nyaman dalam mengikuti proses pembelajaran

 


Hasil yang diperoleh dari aksi nyata “Budaya Kebersihan Kelas dan Lingkungan Sekolah” antara lain :

1.      Sebagai CGP saya dapat membuat program sekolah yang berdampak pada murid melalui tahapan BAGJA dengan memanfaatkan dan memaksimalkan asset yang dimiliki oleh sekolah.

2.      Seluruh warga sekolah (kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan dan siswa) berkolaborasi dan bekerjasama dalam mewujudkan kelas dan lingkungan sekolah yang bersih sehingga kelas dan lingkungan sekolah menjadi bersih, rapi, asri, nyaman, sejuk dan rindang.

2.   Seluruh warga sekolah terbiasa dengan kondisi kelas dan lingkungan sekolah yang bersih sehingga selalu menjaga agar kelas lingkungan sekolah tetap bersih, rapi, asri, nyaman, sejuk, indah dan rindang.

3.   Siswa menjadi lebih kreatif dan berbudaya lingkungan serta termotivasi untuk belajar.

 

D. Pembelajaran yang didapatkan dari Pelaksanaan Program

 

Pembelajaran yang didapatkan dari pelaksanaan program “Budaya Kebersihan Kelas dan Lingkungan Sekolah” antara lain :

1.  Fakta (Fact)

Yang paling menarik adalah peserta didik menata kelasnya sesuai dengan identitas peminatan kelas masing-masing. Selanjutnya peserta didik dapat menghasilkan sebuah karya sebagai hasil dari kreasi mereka sendiri sesuai dengan kemampuan, minat, dan bakat mereka dalam mendesain ruang kelas sehingga mereka nyaman dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas mereka. Selain itu, peserta didik antusias dalam menjaga kebersihan kelas dan lingkungan sekolah.


2.   Perasaan (Feeling)

Peserta didik merasa senang dan semangat melakukan kegiatan budaya kebersihan kelas dan lingkungan sekolah tanpa paksaan karena mereka dapat bekerjasama dengan teman-temannya dalam menjaga kebersihan kelas dan sekolah serta berkreasi dalam mendesain kelas dengan hasil karya dan kreatifitas mereka sendiri sehingga kelas mereka nyaman untuk kegiatan proses pembelajaran.

 

3.  Temuan (Finding)

Masih ada peserta didik kurang perduli dengan kebiasaan menjaga kebersihan kelas dan lingkungan sekolah sehingga ketika teman-temannya sibuk menjaga kebersihan, dia hanya duduk diam saja. Hal ini bisa saja karena kebiasaan peserta didik di rumah terbawa ke sekolah. Selain itu mungkin karena kurangnya pengawasan dan bimbingan dari guru. Hal ini terjadi karena adanya keberagaman peserta didik dan keberagaman perilaku. Untuk mengatasi hal tersebut mungkin bisa menerapkan pembuatan kesepakatan kelas terlebih dahulu sebelum menjalankan program tersebut sehingga program budaya kebersihan kelas dan lingkungan sekolah dapat terlaksana lebih baik lagi sesuai dengan yang diharapkan.

 

4.   Masa Depan (Future)

Jika budaya kebersihan kelas dan lingkungan sekolah sudah tertanam dalam diri peserta didik dan seluruh warga sekolah, maka peserta didik dan seluruh warga sekolah akan terbiasa tinggal dan belajar di lingkungan yang bersih, indah, asri dan nyaman sehingga jika kondisi kelas dan lingkungan sekolah kotor mereka menjadi tidak nyaman dan segera membersihkannya sehingga lingkungan kelas dan sekolah akan selalu bersih setiap saat. Selain itu mereka akan saling mengingatkan satu sama lain untuk selalu menjaga kebersihan. Dari kegiatan tersebut ada kemampuan lain yang dapat mereka pelajari seperti kemampuan bekerjasama dan berkolaborasi dengan orang lain, perduli dengan orang lain, disiplin, tanggung jawab, dan perduli pada lingkungan.

Kedepannya program budaya kebersihan kelas dan lingkungan sekolah ini akan ditingkatkan lebih baik lagi dengan menjalin kerjasama dan berkolaborasi dengan semua pihak yang ada di sekolah termasuk orangtua dan masyarakat sekitar sehingga budaya kebersihan itu tidak hanya dilakukan di sekolah tetapi juga diterapkan di rumah dan di masyarakat.

 Keberhasilan pelaksanaan aksi nyata :

Ø  Program “Budaya Kebersihan Kelas dan Lingkungan Sekolah” tetap dapat berjalan dengan baik pada masa pandemi Covid 19 walupun hanya dengan memaksimalkan piket kelas dan kegiatan Jum’at Bersih.

Ø  Adanya kolaborasi dan kerjasama seluruh warga sekolah dalam menciptakan kelas dan lingkungan sekolah yang bersih, rapi, indah dan nyaman untuk proses pembelajaran

Ø  Semua warga sekolah memanfaatkan dan memaksimalkan aset yang dimiliki oleh sekolah

Ø  Siswa dapat mengembangkan potensi dan kemampuan yang dimilikinya untuk berkarya dan berkreasi.

 

Kegagalan pelaksanaan aksi nyata :

·         Pelaksanaan program “Budaya Kebersihan Kelas dan Lingkungan Sekolah” belum bisa dilaksanakan secara maksimal karena pandemic Covid 19 pembelajaran dilakukan secara daring sehingga baru bisa memaksimalkan piket kelas dan kegiatan Jum’at Bersih.

·         Masih ada siswa yang tidak hadir pada saat jadwal piket kelas karena tempat tinggal yang jauh.

·         Masih ada siswa yang kurang perduli dengan kebersihan lingkungan.

 

F.   Rencana Perbaikan untuk Pelaksanaan di Masa Mendatang :

a.       Kolaborasi dan kerjasama seluruh warga sekolah harus dipertahankan dan ditingkatkan lagi.

b.      Memberi kebebasan kepada siswa untuk berkreasi dan berkarya

c.       Memanfaatkan dan memaksimalkan aset, potensi dan fasilitas yang ada

    d.  Selalu memonitoring dan mengevaluasi kegiatan yang dilakukan untuk perbaikkan pelaksanaan kegiatan selanjutnya.


G. Dokumentasi


     

 

 

 



 







Ketulusan : Kebaikan yang Tidak Perlu Dilihat Orang Lain

Ada banyak hal baik yang kita lakukan setiap hari. Membantu teman, memberi perhatian, mendengarkan seseorang yang sedang sedih, atau sekadar...